Jangan Lewatkan Moment Nostalgia Kupas Yamaha F1Z-R Inter Biru CMS Racing Team 2001

Yang menyukai balap road race pastinya ingat Yamaha F1Z-R Inter Biru CMS yg populer di 2001 waktu lalu.

Disaat itu didorong rider Ade Taruna serta Hokky Krisdianto.

Motor 2-tak 110 cc yg melegenda ini korekan Kerry Bob Hutama, mekanik CMS (Champion Motor Sport) di Bendungan Jago, Jakarta Pusat.

Kala itu korekannya sangat prima di deretan garpu tala, tehnologinya bisa kejar Suzuki RG-Sports.

Baca Juga : luas trapesium

Diunjukkan pada Inter Biru Road Race Championship (IBRRC) di lapangan SCTV Surabaya pada Maret 2001, RG-Sports digunting di lintasan lurus.

Dijelaskan prima, lantaran memang punyai masalah dari seri awal IBRRC.

didishevaharyadi
Area bakar bakar kering bikin pistonnya macet, tidak pas awal kalinya disaat percobaan di Sentul sesuai berlibur puasa.

Biang keroknya knalpot kobra, aliran gas buang itu lebih free flow dibanding dengan model kalajengking.

Artikel Terkait : volume tabung

”Banyak gas murni terjun bebas berbarengan bekas pembakaran. Knalpot kobra sepakan baliknya kurang. Maka dari itu mesti dibantu spuyer besar, ” kajian Adwin Bangso alis Koh Apeng, bos CMS.

CMS kebanyakan tak bermain kemampuan besar, kesempatan ini menandingi knalpot kobra yg perutnya besar gunakan piston oversize 50.

Hasil akhir, naik hingga 2, 5 cc serta pasokan bahan bakar mesti naik.

Gunakan karbu Mikuni 24 mm kotak di-reamer 1 mm, di seri awal IBRRC tahun 2001 di isi pilot-jet35 serta main-jet 220.

Direvisi, pilot-jet turun 5 angka, namun main-jet didongkrak habis serta bermain jadi 250.

Perbandingan oli samping terus berlandaskan 30 atau 35 oli campur 1 liter bensol.

Silencer knalpot kobra CMS didishevaharyadi
Silencer knalpot kobra CMS
Persoalannya di lapangan SCTV Surabaya lintasannya beda disaat dimanfaatkan latihan di Sentul disaat itu.

“Perubahan seting dari lintasan panjang ke circuit sempit, ” tambah Koh Apeng.

Itu bikin korekan di ubah, jendela transfer serta cuci dibikin seperti menikung, langkah tersebut baru nampak.

Jangan-jangan mengatur dengan kobra menyerbu lintasan dadakan.

Technologi road race berkembang seusai knalpot udang merajai road race tanah air, didesak berhenti mendadak gara-gara digigit kalajengking.

Eh, usia kalajengking gak lama lantaran mesti tak sadar diri dipatuk kobra.

Knalpot kobra ini CMS boyong langsung dari Ampang Hoong Motor (AHM) Malaysia.

Bisa dibuktikan lebih ampuh serta menggigit, terpenting akselerasi.

“Kenaikan rpm hingga 300, ” cocor Kerry Bob Hutama.

“Dari 12. 500 naik berubah menjadi 12. 800. Cukup besar buat lintasan pasar senggol, ” Kata Kerry.

Lumrah saja. Lantaran volume tabung kobra lebih gede.

Dapat dukungan rancangan leher lebih landai, sampai tak ada turbulensi gas buang pada lekukannya. Automatic, gas buang terputus luancar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s